Aku ingin menjawab pertanyaan kalian, “Kok dia bisa nanganin lo, sih?”

Izumi dan Sig Curtis dari Fullmetal Alchemist: Brotherhood sebagai ilustrasi merangkap couple goals kami

Dear, teman-teman lamaku.

Mungkin kalian bertemu denganku saat usia kita masih belia, lebih dari sepuluh tahun lalu di bangku SMA. Persona diriku yang kukenal selama ini telah berubah-ubah, mulai dari anak perempuan yang bersuara keras, gembira, dan lincah hingga menjadi perempuan dewasa yang tetap bersuara keras, tetapi tak segembira dan selincah dulu.

Yang kalian selalu tahu, aku selalu memiliki pendapat atas sesuatu dan selalu menyuarakan pendapat tersebut. Dan untuk beberapa dari kalian, ini yang membuatku tidak kunjung mendapatkan kekasih.

“Lo tuh kepinteran, sih.”

Ada salah satu dari kalian yang…


She had everything in the world.

Once, she had all the glamour and riches she dreamed of when she was a kid. All the flowy and layered dresses, the jewellery of beauty she’d never seen before, the beautiful gardens she thought only existed outside of this world. She had the complete attention of the number one person in this kingdom, the one who was appointed by God himself as the successor of the Sun King.

She was, after all, the Madame du Barry.

The wheel of fortune was always turning. Jeanne Bécu had always known of this. She was born…


"Aku orang Tangerang."

Ketika saya balita, jika saya ditanya 'orang mana' pasti saya akan mengatakan hal ini sebagai jawaban. Pasalnya, saya selalu kebingungan: ayah saya berdarah Jawa, sementara ibunda berdarah Minang totok. Mereka berdua bertemu di Tangerang dan setelah menikah memutuskan untuk menetap di sana hingga hari ini. Saya sendiri dilahirkan di Jakarta karena ibu saya berkata, "Seenggaknya di akta lahir kamu tulisannya Jakarta, lho. Nanti kalau ke luar negeri kan orang tahu kamu lahir di mana. Kalau Tangerang, kan, orang asing nggak tahu." Mungkin memang ini alasannya, atau sebenarnya sesimpel karena ibu saya menemukan rumah sakit bersalin terbaik di Jakarta.

Di jenjang…


“Gue kok rasanya nggak cantik-cantik juga, ya.”

Pernyataan tersebut pernah terlontar dari bibir salah seorang teman karib saya. Diutarakan di dini hari setelah sesi mabuk-mabukan yang tidak mabuk-mabuk amat dan berujung pada sesi curhat di kamar kos sambil makan nasi goreng.

“Lah, kok lo ngerasa kayak gitu?” tanya saya di sela suapan nasi goreng yang malam itu rasanya enak banget. “Habisan gue nggak putih-putih. Perut gue buncit. Idung gue pesek. Dada gue rata,” keluhnya.

Saya hanya bisa mafhum pada keluhan sahabat saya yang satu ini. …


“Lo bipolar? Ih, takut ah gue sama lo, ntar tiba-tiba ngamuk mukulin gue, lagi.”

Lelucon (yang nggak lucu) seperti di atas cukup sering terlontar ketika istilah bipolar disorder disebut-sebut. Ada juga orang yang sedang mengalami mood swing menyebut dirinya bipolar. Dua contoh di atas ini menunjukkan seberapa kurangnya pemahaman kebanyakan orang akan bipolar disorder itu sendiri.

Nggak, saya nggak akan menguliahi kalian soal bipolar disorder. Lha saya aja kuliahnya di jurusan Sejarah, mana paham seluk-beluk detail tentang penyakit tersebut. Saya, seperti biasa, cuma mau berbagi pengalaman sebagai seorang penderita bipolar disorder.

Jadi begini ceritanya. Beberapa tahun belakangan, saya seringkali merasa…


Ever since I was introduced to the concept of a favorite color, I’ve always had pink in mind. For my seven-year-old self, the color is really beautiful and appealing. The color reflects the joy of childhood. Pink also symbolized the hidden femininity in my relatively tomboy self. I loved pink so much to the point where my mother joked about getting me a pair of glasses with pink lenses so I could see the world in pink without a hassle.

But then the comments came. My close friend, my cousin, every other girl began to tell me that pink is…


“Ngapain kuliah ke Eropa segala? Kamu kan cewek, ngapain sih pake jauh-jauh dari orang tua.”

Sudah lebih dari tujuh tahun lamanya sejak saya mendengar kalimat ini terlontar. Kala itu saya masih kelas 3 SMA, kini saya sudah lulus kuliah. Yang mengucapkan adalah ayah seorang teman yang sewaktu itu saya tebengi untuk berangkat bersama ke sekolah asrama kami yang berlokasi di Pandeglang, Banten.

Saya menjawab, “Oom, yang pertama minta saya sekolah ke luar negeri kan orang tua saya sendiri.” Si Bapak tidak menanggapi selantang sebelumnya, hanya menggumam terbata-bata mengenai kaitan gender saya dan lokasi perguruan tinggi yang seharusnya saya ambil. Si…


I never thought losing a friend would be this hard.

Last Friday (March 8th), a friend from high school passed away after being in coma for more than a week. Her name was Fanny. She was diagnosed with meningitis, but the diagnosis came too late for her to be treated properly. I visited her in the hospital twice and the last time was only approximately 13,5 hours before her death.

Fanny was really kind to everyone, name it classmates, roommates, seniors, juniors, teachers, security guards — everyone. She had excellent communications skill since she put a lot of empathy in…

Puti A.

Disillusioned and disenchanted. Good eyeshadow palettes and intersectional feminism enthusiast.

Get the Medium app

A button that says 'Download on the App Store', and if clicked it will lead you to the iOS App store
A button that says 'Get it on, Google Play', and if clicked it will lead you to the Google Play store